Malam…hujan...sheila on 7...mantab sudah buat
mengingat masa yang telah dilewati :D Entah masa yang indah atau suram hahha ( lanang
baperan :D ) Tulisan ini tentang pengalaman dan flashback yang pernah saya
alami. Karena saya baru belajar untuk menulis di blog, jadi maafkan kalau
tulisan saya masih amburadul J
Pengalaman pertama memang unik untuk dikenang.
Pengalaman memang membuat kita jadi lebih hidup. Ini cerita pengalaman mendaki
saya untuk pertama kali. Rencana pendakian ini sudah kami rancang sebulan
sebelum hari H tepatnya pada awal bulan puasa tahun 2015 silam. Yang menjadi
dalang pendakian ini ialah adik saya, karena dia sudah ijin ke orang tua untuk
menjadikan pendakian ini sebagai pendakian terakhir sebelum lulus SMA (waktu itu adik masih SMA dan sudah daki kemana-mana sementara saya belum pernah) maka ijin diberikan dan
malah didukung orang tua. Kami jadwalkan mendaki pada tanggal 21 Juli 2015 dan
kami mendaftar online agar tidak antri panjang waktu di pos ranu pani J
| dalang pendakian @aprilianadp |
Gunung semeru ketinggian 3676 meter diatas permukaan laut adalah jejak pertama saya menikmati megahnya ciptaan Allah SWT. Tanpa ada pengalaman mendaki, saya tertantang untuk merasakan bagaimana rasanya mendaki yang kata adik saya sangat menyenangkan. Berangkat naik gunung bersama seorang yang sudah pengalaman memang perlu, teman saya bernama Anas memang sudah berpengalaman dalam jelajah gunung. Bersama adik saya, Sisi dan teman yang juga pertama kali mendaki Peling, kami berangkat dari rumah atas restu orang tua untuk mendaki dan menikmati pesona ciptaan Allah SWT.
Dalam perjalanan kami bermalam di malang dulu
tepatnya di kontrakan saya, karena saya kuliah di malang maka kami
mempersiapkan diri dulu di kontrakan. Setelah semua siap, pagi 21 Juli 2015
kami berangkat jam 6 dan sampai di ranu pani sekitar pukul 9, langsung
mengikuti briefing dan registrasi di pos ranu pani. Di hari itu semeru lagi
ramai ramainya. Setelah semua proses regristasi dilalui dan dinikmati
Kami bersiap memulai tapak kaki yang diiringi doa
sebelumnya pada pukul 11. Dalam perjalan mas anas sebagai ketua kelompok
menyuruh agar kita menikmati setiap perjalanan "nek pengen foto foto
o" kata mas anas. Di beberapa pos kami inginnya berfoto ria dan mencoba
menikmati perjalanan sebahagia mungkin :D Sampai pos 1 kami menikmati nasi bungkus yang kami bawa
dari Malang. Nasi bungkus sederhana yang begitu nikmat ketika dinikmati
bersama. Kadang kita tidak menyadari bahwa yang sederhana membuat kita bahagia J
| menikmati kesederhanaan bersama |
Setelah istirahat makan minum, kami lanjutkan perjalanan. Di perjalanan banyak mendapati sesama pendaki yang saling sapa dan semoga tidak hanya keramahan itu ada saat sesama mendaki J jalan dan terus jalan tapi lelah memaksa kita istirahat, sampai di pos 3 kita mendapat tanjakan terjal nan menantang dan kita lalui dengan ngos-ngosan :D
Setelah tanjakan terjal terlewati, kami istirahat sebentar lalu melanjutkan. Jarum waktu menunjuk angka 2 ketika
kami melihat suatu pemandangan indah nan mempesona, sebuah genangan air yang dinamakan ranu kumbolo terlihat jelas didepan mata kami.
![]() |
| Ranu kumbolo, 2015 |
| Ranu Kumbolo, 2015 |
Bergegas dan tergesa-gesa ingin memeluk momen dengan berfoto ria bersama keindahan itulah yang kami rasakan :) setelah puas dengan jepretan kamera kami segera ingin mendirikan tenda dan makan :D kami segera turun dan ternyata saya, adik, dan peling mengalami kram, kram yang saya pikir terjadi karena tergesa-gesa turun bukit tanpa menghiraukan suasana otot kaki yang masih capek, momen itulah yang membuat kami tertawa karena bisa kram bareng-bareng :D sampai dibibir ranu dengan masih tertawa dan menahan kram kami istirahat sampai otot kaki bisa mengikuti senyuman diwajah kami. Setelah semua kondusif kami memutuskan untuk mendirikan tenda dekat shelter ranu kumbolo dan benar benar berada ditengah dengan tujuan esok bisa melihat sang fajar terbit diantara dua bukit yang biasa digambarkan seorang anak SD.
Keesokan harinya, waktu sang mentari mulai menyinari bumi kampung pendaki, sang mentari menyambut kami dan rerumputan yang berbunga es.
| Ranu kumbolo, 22 Juli 2015 |
| Ranu kumbolo, 22 Juli 2015 |
setelah tanjakan cinta ada sebuah savana yang bernama oro-oro ombo namun sayang bunga parasit verbena brasiliensis diobati oleh pihak TNBTS, gak apa se demi kebaikan tumbuhan yang lain tapi kita gak dapet foto pak wkwkw setelah oro-oro ombo terlewati sampailah kita di cemoro kandang, disini jalanan nanjak sampai pos jambangan. Di pos jambangan Sisi mulai ngresulo "mas aku pegelen" kata sisi, "yawes tak gowone daypackmu" saya nawari, ehh daypack ilang dipunggung sisi langsung lari ninggal mas e. sampailah kita di pos kalimati sekitar pukul 2 siang langsung tenda di dirikan, masak, dan istirahat. tidak lupa foto foto dulu :D
| saya @m_syafril baju item, kanan mas peling @peling_sugiyo |
Waktu istirahat selesai pukul setengah 12 malem bangun dan siap siap muncak. Perut diisi lagi dan saya sudah siap muncak dengan enam rangkap pakaian + jaket gunung melekat ditubuh karena waktu itu saya sangat kedinginan. Kelompok saya pun siap untuk muncak, ada kelompok lain yang mau ikut bareng dan kamipun berdoa bersama agar diberi keselamatan dan kemudahan. Diiringi hembusan angin, gelapnya jalan, dan headlamp dikepala kamipun melangkah bersama menuju puncak dataran tertinggi pulau jawa. Setelah berjalan sekitar 2 jam sampailah kita pada batas vegetasi antara hutan hijau dan pasir batu abu-abu mahameru. Terlihat antrian kemacetan orang berheadlamp pada tanjakan pasir. Sampai saat itu kami masih mencoba kuat, tapi waktu kelompok kami istirahat kelompok yang ikut bareng tadi ternyata sudah jalan duluan. Badan yang sudah panas tidak lagi merasa kedinginan namun lelah badan dan pikiran mulai menyerang, mata yang melihat sudah dekatnya puncak namun kenapa terasa sangat lama, waktu menunjuk setengah 5 adik saya Sisi mulai bilang tidak kuat karena lelah namun coba kami kuatkan dan istirahat sejenak. Terlihat kurang sedikit lagi adikpun sudah mulai kuat dan sudah terlihat garis jingga dari timur kamipun segera bergegas dan saya disuruh jalan dulu.
Sampailah saya dipuncak bersama mas Peling pukul 05.12 wib, saya kira adik dibelakang saya tapi tidak ada saya coba lihat kebawah ternyata istirahat sebentar bersama mas Anas. Saya sudah istirahat di puncak, sempat ketiduran sebentar sampai getaran terjadi sayapun kaget ternyata kawah Jonggring Saloko ngentut.
| Jonggring Saloko, foto pertama dipuncak mahameru 23 Juli 2015 |
bisa sampai puncak dan dapat sunrise yang Subhanallah :) terlihat juga gunung Raung yang pada hari itu meletus.
Kamipun sangat menikmati jingga timur dan hembusan angin sampai badan melupakan sang capek, setelah puas dengan pemandangan mas Anas ngajak ngopi ehh sayangnya pas buka daypack gas portable lupa kami bawa dan yang bersalah atas tidak dibawanya gas adalah saya. Saya ingat waktu mas Anas masukin gas tapi saya keluarin lagi karena saya mau masukin botol air dan lupa gas ngga saya masukkan lagi wkwk "yaweslah" kata mas Anas hahha
Sekitar 2 jam lamanya kami di puncak jawa sampai 300 lebih foto yang ada di memori kamera, jam setengah 8 kamipun memutuskan untuk turun. Kamipun melihat dengan jelas jalan yang kami lalui semalam yang begitu terjal, kamipun menyemangati orang orang yang masih berjuang untuk sampai ke puncak. Jalan turun yang curam sangat mengasyikan, bermain seluncur diatas pasir. Sampailah kami di batas vegetasi lagi terlihat jelas Blank 75 yang manakutkan. Kami lanjutkan jalan menuju pos kalimati. Sesampainya di kalimati sekitar jam setengah 10 sayapun langsung masuk tenda dan tidur :D begitu juga adik, mas Peling, dan mas Anas. Sekitar pukul 11 saya terbangun karena kelaparan, langsung saja masak air dan membuat mie instan selesai makan langsung tidur lagi hahaha sekitar pukul 1 siang kami semua bangun dan sudah sedikit segar. Kamipun masak bersama sembari mempersiapkan untuk balik ke Ranu Kumbolo. Setelah kenyang dan keril siap di pungung kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke Kumbolo sekitar pukul setengah 4. Kamipun sampai di kumbolo langsung bangun tenda dan masak lagi, saya dan teman teman akhirnya tak bisa bercengkrama lama karena capek :D jam 8 langsung mancal SB
| Ranu Kumbolo, 24 Juli 2015 |
Sebenarnya kami masih punya waktu semalam lagi untuk tidur di ranu kumbolo karena kami daftar untuk 5 hari, tetapi kamera yang kami bawa sudah minta pulang dengan ngambek semua foto yang ada dia hilangkan dan itu sudah membuat adik saya panik dan minta pulang, menanglah si kamera. Dengan pikiran tak karuan karena fotonya hilang adikpun ngambek minta dianterin lagi ke puncak lain hari padahal sebelumnya sudah bilang kapok -_- lawong mek foto ae loo sng penting kan wes ngerasakno mlaku semeru toh dek, jupuk pelajarane ae lah dek wkwkw
akhirnya kamipun pulang sekitar pukul 12 siang. Langsung turun tanpa banyak kata kamipun sampai di pos ranu pani sekitar pukul 3 sore, dan langsung pulang ke malang.
Esoknya 25, Juli 2015 mas peling dan mas anas langsung pulang ke tuban naik motor. Saya dan adik yang masih ngambek menyusul besoknya naik bus. Diperjalan saya coba usaha cari cara untuk bisa membujuk si kamera untuk mengembalikan semua foto. Setelah sampai di rumah, sayapun dapat rekomendasi dari teman untuk mencoba satu cara lewat software online daaaann akhinya si kamera sudah kembali kejalan yang benar dan yang terpenting sang adik sudah dapat tersenyum lebar :)
Sekian cerita saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar